Inilah Prosesi Keuskupan Jayapura Disaat  Perayaan Paskah dan Pekan Suci  Saat Wabah Corona

Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar, OFM /Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - “Saudara-saudari yang terkasih, Covid-19 sudah masuk di Papua. Diumumkan hari ini oleh Otoritas Pemerintah Provinsi bahwa yang positif terpapar virus itu sudah ada 9 orang  dimana  Merauke 2, Jayapura 5 dan Timika 2. Pasien dalam perawatan (PDP) ada 43, dan orang dalam pemantauan (ODP) 5.569. Disampaikan bahwa kita tidak usah panik tetapi tindakan-tindakan untuk memutus rantai penyebaran virus harus dijalankan dengan tegas oleh semua orang,”ujar Uskup Jayapura Leo L Ladjar OFM dalam surat gembalanya yang diterima wartaplus.com, Senin (30/3) pagi

Kata Uskup, yang paling dasar dan bisa dibuat oleh setiap orang adalah: jangan kumpul-kumpul dengan banyak orang, tinggal di rumah sambil jaga jarak fisik, tutup hidung dan mulut bila bersin atau batuk agar orang lain tidak kena recikan, cuci tangan pakai sabun dsb.

“Ini hal-hal sederhana yang bisa kita buat, tetapi banyak yang belum mematuhinya, dengan akibat virus meluas dan banyak orang menjadi korban. Tentu saja tidak menyenangkan diri mereka sendiri dan merepotkan banyak orang lain. Kita tidak boleh anggap enteng langkah-langkah pencegahan itu. Maka perayaan hari-hari raya keagamaan kita pun kita laksanakan dengan mengikuti ketetapan yang lalu,”ujarnya

Penetapan untuk Misa dan Ibadat Sabda Hari Minggu bersama umat yang disampaikan melalui surat edaran kami yang terakhir (No.76 Tanggal 22 Maret), masih berlaku. Dikatakan, dengan surat ini, kami menetapkan lebih rinci petunjuk khusus untuk Pekan Suci, Trihari Suci serta Vigili Paskah dan Hari Minggu Paskah.

Liturgi di gereja katedral dan gereja-gereja paroki tidak dihadiri umat banyak. Yang hadir hanya sejumlah orang yang menjalankan tugas-tugas tertentu. Kalau dirasa aman dan baik bisa hadir juga wakil-wakil dari kelompok umat misalnya KBG, asal disterilkan, tidak termasuk ODP dan PDP.Kiranya bisa minta petugas untuk penyemprotan gereja pada hari-hari itu. Tempat duduk harus berjarak 2 meter.

Minggu Palma. Pemberkatan daun palma dilakukan di pintu gereja lalu imam ke altar sambil memberkati dengan mereciki daun palma yang dipegang masing-masing. KBG bisa menitipkan palma untuk pemberkatan, yang kemudian dibawa ke keluarga-keluarga.

Kamis Putih. Acara cuci kaki dengan sendirinya ditiadakan. Pemindahan Sakramen dan tuguran ditiadakan. Sibori langsung disimpan di tabernakel. Tidak ditutup kesempatan untuk umat yang secara pribadi mau adorasi di depan tabernakel. Jumat Agung. Dilaksanakan Ibadat Sabda seperti biasa, dengan Kisah Sengsara yang dibacakan dengan agung atau dinyanyikan seperti lazimnya.

Doa Umat Gereja universal dibawakan dengan agung oleh imam. Intensi terakhir hendaknya khusus menyebut umat manusia yang ada dalam situasi pandemi dan korban-korban Covid-19. Doa Gereja universal itu ditutup dengan menyanyikan Bapa Kami. Lalu imam memberikan Berkat Penutup. Tidak ada acara Komuni.

Penghormatan salib. Salib yang besar sudah dari awal diletakkan di kaki altar. Sesudah Berkat Penutup, imam disusul yang lain berlutut menyembah, tidak mencium atau meraba. Proses menyembah diiringi dengan nyanyian sengsara atau salib. Imam meninggalkan altar dalam suasana hening. Suasana hening bisa dimanfaatkan oleh yang hadir untuk doa dan adorasi pribadi di depan salib.

Vigili/Malam Paskah. Pemberkatan Lilin Paskah dilaksanakan di panti imam. Lilin Paskah yang bernyala diangkat imam sambil menyerukan Terang Kristus dan umat menyerukan Syukur kepada Allah, tiga kali. Lilin Paskah ditancapkan lalu “Pujian Paskah”.

Litugi Sabda: Bacaan PL bisa dua saja: Penciptaan dan Keluaran. Lalu Epistola. Pembaruan Janji Baptis tetap ada, tetapi tidak ada acara pemberkatan air baptis dan pembaptisan.

Hari Minggu Paskah seperti biasa.Mohon Pastor/Petugas paroki mengurus agar ada buku/bahan liturgi di keluarga-keluarga agar mereka bisa berdoa sendiri dalam keluarga atau ikut dari jauh melalui salurun “streaming” kalau ada.

Gereja-gereja di pedalaman hendaknya lihat situasi. Kalau ada yang baru datang dari daerah lain yang sudah terjangkit virus,  orang itu diminta untuk tinggal saja di rumahnya. Baiklah berkonsultasi dengan petugas kesehatan setempat.

"Akhirnya, meskipun perayaan liturgi suci ini tidak seperti biasanya, para imam diharapkan tetap bersemangat dan berdoa banyak. Lebih-lebih jam-jam doa menurut ibadat harian hendaknya ditepati terutama pada hari-hari ini, ketika umat amat membutuhkan palayanan doa para imam. Saya mengucapkan Selamat Paskah untuk semua. Tuhan yang Bangkit ada di antara Saudara-saudari dan sedang membangkitkan kehidupan yang baru dalam diri Saudara-saudari semuanya,"kata Uskup.*