
PUNCAK JAYA,wartaplus.com - Personel Polres Puncak Jaya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait aksi saling serang antar kedua kelompok yang kemudian merembes ke Lapangan Kali Mati Depan Kantor, Distrik Pagaleme yang di picu karena adanya 1 unit rumah milik mantan Anggota Dewan yang juga merupakan Pendukung di salah satu kelompok.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (2/03/2025), dan dari aksi saling serang tersebut, menyebabkan sejumlah orang dari kedua massa pendukung tersebut mengalami luka-luka, dan beberapa unit rumah terbakar.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi telah membenarkan adanya Peristiwa saling serang tersebut.
"Benar, Aksi Saling Serang Antar Massa Pendukung pecah di Seputaran Usir Belakang sanpai dengan kali belakang Kampung Usir, Personil Polres Puncak Jaya, dengan Wakapolres Puncak Jaya, dan Kabag Ops Polres Puncak Jaya setelah merespon TKP Kebakaran, kemudian merespon kembali aksi saling serang antar massa pendukung di Usir Belakang,”ucap Kabid Humas Polda Papua.
Dan ditempat terpisah Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pada saat aksi saling serang terjadi, Personil Polri berupaya membubarkan massa yang saling serang dengan menggunakan senjata laras licin.
“Pukul 16:15 WIT, adanya bunyi tembakan yang diduga dari Kelompok KKB ke arah Personil Brimob yang melakukan penyisiran di Kali belakang Kampung usir sehingga terjadi kontak tembak,” ucap Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa, aksi saling serang antar massa pendukung berhenti dikarenakan adanya penyisiran dari Satgas Brimob, dan Personil Polres terhadap 2 orang nasyarakat yang membawa 2 pucuk senjata laras panjang di seputaran Kali Belakang Kampung Usir.
“Selanjutnya, seluruh Personil Polres Puncak Jaya, dan Bko Brimob, dengan pimpinan Kabag Ops Polres Puncak Jaya meninggalkan TKP Aksi saling serang (Kampung Usir Belakang) menuju Ke Lokasi Aksi Saling Serang di Sekitar Kali Mati Depan Kantor Distrik Pagaleme”jelasnya.
Kapolres menambahkan, adapun data jumlah rumah yang terbakar, maupun korban yang terkena panah sementara, yakni 59 orang yang terkena luka panah, dan rumah yang terbakar sebanyak 2 unit, serta 6 unit Honai yang terbakar. Sementara dari info yang diperoleh wartaplus.com, Jumat (4/4/2025) pertikaian ini terkait pilkada yang berlarut-larut mengakibatkan 2 orang meninggal.*