Polisi Menduga Ada Penyusup Dalam Aksi Tolak Makan Bergizi Gratis di Wamena

Ribuan pelajar baik SD, SMP dan SMA di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menggelar aksi demo menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Pemeritahan Presiden Prabowo Subianto/Foto Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - Ribuan pelajar baik SD, SMP dan SMA di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menggelar aksi demo menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Pemeritahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan membawa baliho dan pamflet, ribuan pelajar ini menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sebagai gantinya para pelajar menuntut sekolah gratis.

“Tuntutan pelajar mahasiswa menolak MBG maunya sekolah gratis. Aksi ini dikawal oleh ratusan personil TNI-Polri,” kata Wakapolres Jayawijaya, Kompol I Wayan Laba ketika dikonfirmasi pada Senin siang.

Dikatakan, aksi yang awalnya berjalan aman ini tercoreng setelah sekelompok warga bergabung dan memprovokasi pelajar untuk melakukan aksi anarkis.

Para pelajar yang terprovokasi kemudian melakukan aksi pelemparan terhadap personil gabungan TNI-Polri yang berjaga di sekitar lokasi demo, sehingga aparat mengambil tindakan tegas dengan menembakan gas air mata untuk membubarkan pendemo.

“Tadi ada sedikit insiden karena kami (aparat keamanan) mendapat perlawanan dan dilempari dengan batu, sehingga kita mengambil tindakan tegas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa,” ungkap Wakapolres.

Kapolres menjelaskan, tindakan ini diambil untuk memsiahkan kelompok yang bergabung dengan pelajar karena akan menggangu situasi kamtibmas.

“Dugaan kita aksi ini disusupi oleh kelompok tertentu sehingga kita berusaha memisahkan kelompok ini dengan para pelajar yang diduga akan mengganggu situasi Kamtibmas di Wamena,” jelasnya.

Meski sempat ricuh, para pelajar yang melakukan aksi kemudian dikumpulkan dan diberikan waktu untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka kepada Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Velix Wanggai.