Kesuksesan Festival Cenderawasih 2024: Penggunaan QRIS Capai 3.260 Transaksi dengan Nominal Rp586 juta

Kepala BI Papua, Faturachman menunjukkan cara bertransaksi QRIS di salah satu tenant UMKM dii Festival Cenderawasih 2024/Andi Riri

JAYAPURA, wartaplus.com - Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bekerjasama dengan Pemerintah daerah setempat sukses  menggelar Festival Cenderawasih 2024, yang berlangsung selama tiga hari, 17 -19 Mei 2024 di Ex terminal PTC Entrop, Kota Jayapura.

Festival yang baru digelar untuk pertama kalinya di tahun 2024 ini, berjalan sukses terbukti dengan total omset transaksi yang mencapai Rp646.279.500, dimana 90,37 persennya berasal dari transaksi QRIS yakni sebesar 586.337.000 dari 3.260 transaksi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Faturachman dalam acara penutupan Festival pada Minggu (19/05/2024) malam mengatakan, dari capaian total omset transaksi tersebut bisa dilihat kualitas dan performa UMKM unggulan di Papua sudah siap untuk bersaing di kancah nasional maupun internasional.

"Sebagai Informasi, beberapa UMKM kriya serta makanan dan minuman telah berhasil lolos untuk mengikuti Karya Kreatif Indonesia di Jakarta,"ujarnya mengapresiasi.

Juga dengan penerapan  zona QRIS pada seluruh penjualan UMKM di Festival Cenderawasih, capaian frekuensi transaksi menggunakan QRIS terealisasi sebanyak 3260 transaksi dengan nominal sebesar Rp 586.337.000 atau 90,73% dari total capaian transaksi.

"Hal ini merupakan bukti kesuksesan penyelenggaraan kegiatan melalui sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia, PemerintahProvinsi Papua, UMKM, perbankan, serta seluruh instansi dan stakeholders terkait," kata Faturachman.

Di kesempatan itu, Faturachman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bersinergi dan berkolaborasi bersama sehingga pagelaran ini dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Festival Cenderawasih 2024 mengusung tema “Melalui warisan budaya untuk Papua yang mendunia”. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Papua dengan adopsi digitalisasi melalui sektor perdagangan, pariwisata, dan pendidikan sehingga mengubah persepsi ekonomi Papua dari ekonomi ekstraktif menjadi perekonomian yang kuat, berimbang, berkelanjutan dan inklusif.

"Seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan baik, mulai dari penyelenggaraan business matching bersama 40 pelaku UMKM dan Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) unggulan Papua, beragam talkshow yang dilakukan dengan mengundang berbagai narasumber yang ahli di bidangnya, penampilan budaya, serta showcasing pariwisata sebagai upaya strategis mendorong pertumbuhan pariwisata di Papua," jelas Faturachman.

Selama tiga hari penyelengggaraan tercata jumlah pengunjung yang hadir mencapai 6360 orang.**