ERB 2024: Penukaran Uang di Pulau Terluar Papua, Paling Banyak Pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu

Penukaran uang tidak layak edar oleh tim ERB di pulau Numfor Barat/Humas BI Papua

JAYAPURA, wartaplus.com - Dengan menggunakan KRI Mata Bongsang 1873, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Provinsi Papua tahun 2024 telah kembali setelah melakukan perjalanan selama 8 hari, menyambangi 5 pulau terluar Papua dalam rangka melaksanakan layanan kas keliling sekaligus memberikan edukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah dan penyaluran PSBI kepada masyarakat.

Tim ERB yang terdiri dari 16 personil itu tiba dan berlabuh di dermaga Satrol Lantamal X Jayapura, Kota Jayapura, Senin (20/05/2024).

Kepala Kantor perwakilan BI Papua, Faturachman mengatakan, dalam layanan kas keliling, penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) terserap 100 persen dari total modal 13,8 Miliar yang dibawa. Dari 100 persen tersebut, 65 persen berupa uang pecahan besar  yaitu uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Sedangkan 35 persen uang pecahan kecil yaitu uang Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu dan uang pecahan kecil lainnya.

ERB Papua ini merupakan yang ke-5 dari 18 ERB Bank Indonesia yang telah direncanakan untuk tahun 2024.

Sebelumnya, Tim ERB Papua dilepas oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman dan Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M. Tr. Opsla pada 13 Mei 2024 disaksikan oleh Pj. Sekda Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur.

KRI Mata Bongsang 873 telah berlayar dengan jarak tempuh 1.106 Nautica Mile selama 8 hari untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), yaitu Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras.

Dengan membawa modal Rp13,8 miliar yang terdiri dari pecahan Rp1.000 sampai Rp100.000, telah terserap 100 persen berupa Uang Tidak Layak Edar (UTLE) baik dari layanan penukaran kas keliling secara retail kepada masyarakat maupun secara wholesale kepada perbankan.

"Masyarakat di 5 pulau 3T yang dikunjungi begitu antusias menukarkan uang mereka untuk mendapatkan uang baru," kata Faturachman. 

Di samping layanan penukaran kas keliling, Tim ERB juga memberikan edukasi kepada masyarakat, guru, dan siswa-siswi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Fokus materi yang disampaikan, yaitu mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat uang Rupiah dengan benar, serta bangga dan paham Rupiah.

Siswa-siswi SD beserta kepala sekolah dan guru juga diberikan kesempatan untuk dapat berkunjung ke dalam KRI Mata Bongsang 873 guna menumbuhkan rasa nasionalisme serta memperkenalkan KRI Mata Bongsang 873 dan peran TNI AL dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Tim ERB Papua 2024 juga telah menyalurkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sembako dan sarana pendidikan senilai kurang lebih Rp500 juta kepada masyarakat dan sekolah.

Bantuan sembako diberikan melalui Kepala Kampung/Desa di kelima pulau yang terdiri dari beras 540 kg, minyak goreng 270 liter, gula pasir 280 kg, dan mie instan 52 kardus.

Sementara untuk sarana pendidikan yang diberikan kepada sekolah terdiri dari 20 unit laptop, 5 unit PC all-in-one, 5 unit printer, 5 unit proyektor dan layarnya, serta 250 paket belajar sekolah (tas, buku, dan alat tulis).(rilis)