Demi Mendapatkan Uang, MCA Tega Menjajakan Kekasihnya ke Pria Hidung Belang

Pelaku MCA (17) yang tega menjajakan kekasihnya ke pria hidung belang dihadirkan dalam konferensi pers Kapolresta Jayapura Kombes Pol Victor Mackbon/Humas Polresta Jyp

JAYAPURA, wartaplus.com - Hanya karena ingin mendapatkan uang cepat, seorang remaja di Kota Jayapura, Papua berinisial MCA (17), tega menjajakan kekasihnya sebut saja Mawar (13) ke sejumlah pria hidung belang melalui aplikasi Michat.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan pelaku ke Mapolresta Jayapura pada akhir April 2024 lalu. Dalam laporan diketahui, korban yang masih berstatus pelajar SMP itu, tidak hanya di eksploitasi seksual tetapi juga mengalami kekerasan seksual oleh pelaku.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon dalam keterangan pers di Mapolresta, Jumat (17/05/2024) membeberkan, kasus ini berawal ketika pelaku dan korban yang merupakan sepasang kekasih menginap di salah satu hotel seputaran Waena, Kota Jayapura selama tiga hari (20 hingga 22 april).

"Selama tiga hari, mereka telah melakukan hubungan suami istri sebanyak lima kali," ungkap Mackbon yang dalam konferensi pers didampingi Wakapolresta AKBP Deni Herdiana, S.E., S.H., M.M., M.H, Kasat Reskrim Kompol Agus F. Pombos, S.I.K., M.H dan Kasi Humas AKP Muh. Anwar.

Dijelaskan, awalnya korban tidak mau berhubungan badan dengan pelaku, namun karena dipaksa oleh pelaku secara berulang-ulang hingga korban pun menurutinya.

Setelah meniduri korban, kemudian pelaku mencoba mencari keuntungan dengan mencoba menjajakan (menjual) korban kepada pria hidung belang melalui aplikasi media sosial (michat).

"Korban tidak sepakat, namun karena dibawa tekanan akhirnya korban menuruti niat pelaku untuk mengkomersialkannya," beber Kapolresta.

"Jadi, korban dijual pada tanggal 23 dan 24 oleh pelaku, dimana hasilnya dibagi bersama. Anggota yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian," terangnya.

Dari laporan awal keluarga korban, terindikasi ada perbuatan pidana bahwa pelaku membawa lari anak dari pelapor, dan tidak pulang rumah selama tiga hari.

"Setelah dilakukan pencarian melalui penyelidikan, dan didapati korban sedang bersama pelanggan dari pelaku yang memesan jasa dan ditawari pelaku melalui aplikasi tadi," ujar Kapolresta.

Atas perbuatannya tersebut, MCA disangkakan Pasal 6 huruf b UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau Pasal 76 i Jo Pasal 88 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 21 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.**