KPK Bakal Jemput Paksa Bupati Mimika dan Kembali Buka Kasus Korupsinya

Foto Ilustrasi wartaplus.com

JAKARTA,wartaplus.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup geram atas ketidakhadiran Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebagai saksi dalam persidangan dugaan kasus korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, Mimika Tahap I, Tahun Anggaran 2015. Hal itu diutarakan Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri  di Jakarta.

Ali Fikri mengingatkan Eltinus Omaleng agar kooperatif, maka pihaknya akan melakukan penjemputan paksa sebagaimana ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Kami mengingatkan Eltinus Omaleng agar kooperatif. Apabila tidak, dia (Omaleng red) bisa dijemput paksa jika kembali mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tegas Ali Fikri.

Menurut Ali, KPK telah melayangkan surat panggilan itu melalui Jaksa KPK Rakhmad Irwan agar hadir di muka sidang.

Surat dikirim ke alamat domisili di Jalan Durian, Kampung Timika Jaya, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Selain Eltinus, Jaksa juga memanggil pengusaha yang dikenal sebagai suami artis Zaskia Gotik, Sirajudin Machmud.

Sebelumnya, Jaksa KPK telah memanggil Eltinus untuk hadir di sidang pada Kamis (28/4/2024), namun ia mangkir.

KPK berpeluang kembali memproses Bupati Mimika Eltinus Omaleng setelah divonis lepas dari kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Mimika, Papua. KPK kini telah mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Kalau misalnya sudah dapat (putusan kasasi) nanti kan dianalisis, dipelajari apa yang menjadi putusan dari Mahkamah Agung tersebut," kata Ali Fikri.

"Kalau kemudian kasasi ditolak, ya, misalnya bisa masuk kembali dihukum sesuai dengan tuntutan ya, nanti kami laksanakan," imbuhnya.

Eltinus diketahui divonis lepas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar pada Senin (17/7/2023). Ali menyebutkan pihaknya masih menunggu salinan putusannya dari MA.

"Kalau kami membaca (agenda) di persidangan katanya kan sudah diputus ya tapi kami sudah mengonfirmasi pada tim jaksa secara resmi belum mendapatkan salinan putusan tersebut," katanya.

Selain itu, tim jaksa KPK mengaku heran karena tidak ada pertimbangan yang dijabarkan hakim saat menjatuhkan vonis lepas kepada Eltinus Omaleng.

"Selain itu, dasar putusan juga tidak sedikit pun memuat alasan dan pertimbangan majelis hakim yang memutus terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum," jelas Ali.

Ali menambahkan, putusan hakim juga bertolak belakang dengan fakta persidangan. Dalam sidang, diketahui tim jaksa telah membeberkan bukti soal korupsi Eltinus Omaleng yang telah mengakibatkan kerugian negara. *