Lapago Berkarya, Dandim 1702/JWY Ikuti Peluncuran Buku Kebudayaan Papua Pegunungan

Dandim 1702/Jyw Letkol Cpn Athenius Murip saat memberikan sambutan pada acara peluncuran buku/Penrem172

WAMENA, wartaplus.com - Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip, menghadiri kegiatan Yayasan Pusat Kebudayaan dalam peluncuran penulisan buku yang berjudul "Model Grand Design Pengembangan Sistem Ketahanan Kebudayaan Asli Lapago dalam Tantangan Globalisasi", bertempat di Gedung Tongkonan, Jalan Irian Atas, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (18/04)

Kegiatan ini dihadiri  Asisten II Provinsi Papua Pegunungan Alai Gibran, Asisten II Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, Danramil 1702-01/Wamena Mayor Inf Aprin Paembonan, Wakapolres Jayawijaya Kompol Muh.Nur Bhakti, serta para tokoh agama Kabupaten Jayawijaya.

Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan banyak hal yang bisa dibahas tentang ketahanan kebudayaan asli Lapago. Dimana generasi kedepannya bisa terinsipirasi dari buku ini.

“Mari kita sama-sama kembangkan pikiran tentang pembangunan pemerintahan wilayah Lapago, dan marilah kita berdiskusi agar pembangunan di provinsi Papua penggunungan berjalan dengan lancar dan dapat lebih maju lagi untuk kedepannya,” ajak Dandim.

Sementara itu Asisten II Provinsi Papua Pegunungan, Alai Gibran mengajak generasi penerus untuk mengembangkan ketahanan kebudayaan agar Provinsi Papua Penggunungan, bisa menjadi provinsi yang berkembang.

“Harapan pemerintah Provinsi Papua Pegunungan agar generasi muda mempelajari ilmu dan pengetahuan tentang ketahanan kebudayaan di provinsi Papua penggunungan ini," harapnya.

"Ini sangat penting sekali untuk dipertahankan, ini saja harapan dari pemerintah daerah sehingga kita nanti akan melakukan koordinasi untuk mempertahankan kebudayaan di provinsi papua penggunungan ini,” sambungnya.

Hal senada juga Asisten II Kabupaten Jayawijaya, Lekius Jikwa yang menegaskan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sangat mendukung dan memberi apresiasi program ini.

“Wilayah Lapago ini harus dikembangkan dalam globalisasi kebudayaan asli agar masyarakat wilayah Lapago bergandengan tangan untuk bersama-sama menjaga ketahanan kebudayaan di wilayah Lapago ini, maka itu bagi generasi-generasi kedepannya harus meningkatkan ilmu pengetahuan tentang ketahanan kebudayaan agar kedepannya bisa diteruskan oleh generasi-generasi kedepannya,” tutup Lekius.**