Pangdam Cenderawasih Ingatkan Prajurit Satgas Pamtas Yonif RK 115/ML: Jangan Lengah, Tetap Waspada!

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan arahan kepada prajurit Satgas Pamtas Yonif RK 115/ML/Pendam17

TIMIKA, wartaplus.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memberikan pengarahan kepada 450 prajurit Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif RK 115/ML yang akan menjalankan tugas di wilayah Kolakops Korem 173/PVB di wilayah Papua Tengah.

Pengarahan berlangsung di pendopo Darmawansa Kodim 1710/Mimika, Rabu (12/04).

Sebelumnya, digelar upacara penerimaan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif RK 115/ML di lapangan Makodim 1710/Mimika dipimpim Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo.

Dihadapan prajurit yang akan bertugas di daerah rawan konflik bersenjata, Pangdam Saleh menekankan agar fokus menjalankan tugas, tetap waspada jangan lengah, jangan sampai ada korban baik dari prajurit maupun masyarakat.

"Berangkat bertugas dengan jumlah 450 Prajurit, maka nanti kembali juga 450, itu harus diniatkan oleh seorang pimpinan dan semua prajurit, bahwa saya melaksanakan tugas disini dengan semaksimal mungkin dan harus bermanfaat bagi Tanah Papua," tegas Pangdam mengingatkan.

"Apapun pangkatmu Prada, Pratu sampai dengan Danyon, kita berikan tenaga kita, pikiran kita yang terbaik untuk Tanah Papua. Bahwa orang Papua adalah bagian dari NKRI, mereka baik baik, mereka adalah saudara kita," tegasnya lagi.

Sementara itu, dalam amanahnya yang dibacakan Danrem 173/PVB, Pangdam menyatakan, Papua secara De Jure Dan De Facto telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian pula kondisi Papua secara umum saat ini relatif kondusif. 

Memang ada beberapa wilayah masih terjadi gangguan keamanan dari kelompok bersenjata.

"Oleh karena itu, diperlukan kehadiran Prajurit TNI untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan melindungi masyarakat di wilayah Papua," ujar Pangdam.

Melaksanakan tugas operasi adalah suatu kehormatan bagi setiap Prajurit TNI. Untuk itu, laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan meningkatkan kesiapsiagaan secara terus menerus. 

"Saya yakin dan percaya kalian semua mampu menjawab kepercayaan dan amanah besar ini dengan baik," yakin Pangdam.

Prajurit juga diingatkan bahwa tidak ada daerah operasi yang aman 100 persen. Gangguan bersenjata masih ada dan harus kalian lawan dengan senjata. 

 "Jangan ada pelanggaran sekecil apapun selama penugasan. Jaga nama baik pribadi, Satuan maupun TNI serta laporkan setiap kejadian ke Komando atas apa adanya, agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik," pesannya. 

Seluruh personel harus benar-benar memahami sepenuhnya situasi dan kondisi cuaca, medan dan musuh di daerah operasi. Unsur intelijen harus selalu dapat memberikan informasi yang tepat dan cepat sebagai dasar bertindak di setiap kegiatan. 

"Laksanakan briefing secara detail dan pemetaan secara menyeluruh setiap akan memulai tugas," tekannya.

Para prajurit juga diminta untuk menjalin komunikasi yang baik dengan aparat Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan yang lain, serta jaga kedekatan kalian dengan masyarakat. 

"Ingatlah bahwa kehadiran kalian adalah untuk kesejahteraan rakyat. Jangan sekali-kali kalian menyakiti hati rakyat dan jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Sebaliknya, berikanlah perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat dari segala potensi gangguan keamanan," pungkas Pangdam

Hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring, Asops Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Verianto Napitupulu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Dedi Dwi Cahyadi.**