TGPG Intan Jaya ke Lokasi Penembakan Pendeta, Juga Meminta Informasi dari Sejumlah Pihak

Pertemuan dengan Bupati Intan Jaya dan berbagai pihak yang memeliki informasi soal penembakan/Istimewa

INTAN JAYA,wartaplus.com - Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Penembakan Intan Jaya yang sedang berada di Papua, terus menggali informasi dari sejumlah pihak setempat, baik di Sugata, Intan Jaya maupun di Jayapura pada Kamis (8/10). Selanjutnya mereka akan mengunjungi TKP dan bertemu dengan sejumlah saksi di lapangan. 

Tim di Sugata di bawah Benny Mamoto (Ketua TGPF yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional) bertemu dengan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni beserta Forkopimda, Komandan Korem Papua dan Direktur Reserse Umum Polda Papua. 

Tim berangkat dari Intan Jaya dengan menggunakan dua pesawat menuju Sugata. Membutuhkan waktu sekiyar 40 menit perjalanan lewat udara untuk sampai di Sugata.

Sedangkan Tim di Jayapura di bawah Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo (Deputi 3 Kemenko Polhukam) bertemu dengan sejumlah pihak termasuk Polda Papua, Kodam Papua, Binda Papua, Lantamal, Lanud dan BAIS Papua.

“Kami mendapat banyak masukan untuk menjadi bahan kami perdalam, kami elaborasi lagi dengan bertemu langsung dengan para saksi yang akan kami laksanakan berikutnya," ujar Benny Mamoto dalam rilisnya yang diterima wartaplus.com, Jumat (9/10) pagi

Sedangkan Sugeng Purnomo mengapresiasi seluruh pihak yang dalam upaya pencarian informasi, dan menekankan juga bahwa TGPF juga ingin memperdalam tidak hanya penembakan pendeta Yeremia semata, namun juga berbagai kekerasan dan penembakan yang terjadi sepanjang bulan September 2020. 

Selanjutnya, Benny Mamoto bersama rombongan TGPF akan melakukan pertemuan lanjutan, untuk menperdalam berbagai informasi terkait penembakan yang terjadi dari tanggal 16-19 September lalu.

"Hari berikutnya kami harus turun ke TKP kemudian kami harus melihat rekontruksinya, melihat medannya, sehingga apa yang tertuang di berita acara kesaksian-kesaksian bisa terkonfirmasi dengan kondisi di lapangan,”ujar Benny Mamoto.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengucapkan terima kasih atas kehadiran TGPF di Sugapa. Ia berharap TGPF dapat mengungkap fakta yang terjadi sebenarnya, terkait insiden beberapa waktu lalu.

Anggota tim di Jayapura sebagian besar adalah unsur tokoh masyarakat Papua. Antara lain Constan Karma, Taha Al Hamid, dan Michael Manufandu. Serta mantan Dubes Indonesia di PBB Makarim Wibisono.

Sedangkan anggota Tim di Intan Jaya lebih beragam, antara lain tokoh masyarakat, agama, adat, dan tokoh kampus. Selain itu, terdapat pula dari unsur Kepolisian, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dari kalangan tokoh agama ada pendeta Henok Bagau, Jhony Nelson Simanjuntak dari PGI, serta Samuel Tabuni dan Victor Abraham Abaidata dari tokoh pemuda.

Dari unsur kampus ada Sosiolog UGM Bambang Purwoko, ahli hukum Universitas Udayana Dewa Gede Palguna dan Apolo Safanpo dari Uncen Jayapura. Ada pula wakil ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan Deputi Polhukam KSP, Jaleswari Pramodhawardani.*