Manokwari Berduka, Bupati Demas Paulus Mandacan Meninggal Dunia

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan tutup usia saat di rumah sakit angkatan laut Manokwari, Senin (20/4) malam/Istimewa

MANOKWARI,wartaplus.com- Kabar duka mendalam dialami keluarga, masyarakat, pemerintah Kabupaten Manokwari, pemprov dan keluarga besar suku Arfak atas meninggalnya sosok putra Arfak Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, Senin, 20 April 2020 sekitar pukul 21.00 WIT. Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, dr. Alfred Bandaso membenarkan meninggalnya Demas Paulus Mandacan di rumah sakit angkatan laut Manokwari.

Dikatakan Bandaso bahwa almarhum sempat dilarikan dari kediamannya untuk menjalani perawatan medis ke rumah sakit karena almarhum bupati sempat terjatuh di kamar mandi di kediamannya.

Almarhum, kata Bandaso, rencananya akan rekam jantung, namun karena terjatuh di kamar mandi, sehingga petugas medis mendatangi kediaman almarhum untuk penanganan medis lebih intensif.

"Akan tetapi nyawa almarhum tidak bisa tertolong setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. "Almarhum jatuh di kediamannya dan dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak bisa tertolong" ungkap Bandaso, Selasa (21/4) malam.

Pantauan semalam di RS AL Manokwari sejumlah masyarakat, keluarga, dan kepala suku besar Arfak yang juga adalah Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan tampak mendatangi rumah sakit untuk memastikan kebenaran kematian bupati Manokwari. Setelah dari rumah sakit, almarhum dibawa pulang ke kediamannya di bumi Marina, Kelurahan Amban, kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

Kepergian almarhum sangat mengejutkan seluruh warga Manokwari, terutama para pejabat teras kabupaten Manokwari Raya, pejabat Pemprov dan termasuk gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. 

Pasalnya, pada Senin (20/4) siang harinya di Swissbel Hotel Manokwari atau tepat di posko Satgas Covid-19 Papua Barat, almarhum bersama bupati Manokwari Selatan, bupati Pegaf dan gubernur Papua Barat lakukan pertemuan untuk membahas tentang Covid-19 di wilayah Manokwari Raya.*