TPNPB-OPM  Bertanggungjawab Atas Penembakan di Nduga

Capt Ahmad Kamil pilot Trigana Twin Otter terkena serpihan mengakibatkan luka di bagian punggung sebelah kiri/Istimewa

JAYAPURA,-Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka Sebby Sambom mengungkapkan insiden penembakan pesawat Twin Otter di Kenyam Kabupaten Nduga merupakan ulah dari kelompok mereka dan merekalah yang bertanggung jawab.

Hal tersebut diungkapkannya dalam rilis yang  diterima Wartaplus.com, Senin (25/6) malam.

Kata Sabby aksi penambakan tersebut merupakan tindak lanjut dari ultimatum perang yang pernah dilontarkan oleh Komandan Operasi TPNPB OPM Komando Nasional  Mayjen Lekagak Telenggen pada Bulan January  tanggal 27 2018 lalu.

"Semua aksi milter TPNPB Komando Nasional berdasarkan Ultimatum Perang itu. Dan ini adalah revolusi tahapan dan itu akan berlaku di seluruh tanah Papua,"tegasnya.

Dirinya pun menegaskan terkait aksi di Kabupaten Nduga itu, dirinya bersama dengan Komando Nasional  TPNPB OPM , Tuan Mayjen Terryanus Satto yang bertanggung jawab.

"Semua aksi itu anggota kami yang lakukan secara militer kami lah yang bertanggung jawab,"tuturnya.

Dirinya pun menambahkan aksi penembakan yang dilakukan merupakan aksi penolakan terhadap  pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi Papua, dan menganggap pilkada di Papua hanya pelecehan terhadap perjuangan murni TPNPB-OPM bersama rakyat Papua Barat

Sementara aksi penembakan yang menewaskan tiga orang warga sipil dan melukai pilot serta seorang anak di Kabupaten Nduga,  terjadi sekitar pukul 09.30 WIT, ketika aparat gabungan TNI/Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata usai menembaki pesawat Trigana Twin o

Otter yang mengangkut anggota TNI/Polri yang akan bertugas mengamankan jalannya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018, saat hendak landing dibandara udara Kenyam Kabupaten Nduga.*